Workshop Business Model Canvas di Pontianak Berlangsung Antusias

 

 

 

 

 

 

 

 

Sambutan para pendamping KUMKM para acara workshop business model generations di Pontianak (29-20 /6/2012) luar biasa. Selama dua hari peserta berlatih pendekatan baru dalam mendiagnosa problem yang dihadapi KUMKM untuk lebih maju dan berkembang. Peserta saling bertukar pikiran dan memecahkan kasus-kasus yang dihadapi oleh bisnis KUMKM dengan model canvas yang cukup sederhana dan mudah untuk dipraktekan di lapangan.

Workshop ini adalah rangkaian kegiatan dari Deputi Urusan Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis Kementerian Koperasi dan  Koperasi dan UMKM bersama Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Kalbar dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian bagi pendamping KUMKM maupun pelaku usaha. Pontianak adalah tempat kedua penyelenggaraan workshop business model ini setelah dari Kupang NTT. Instruktur dari workshop ini adalah tim dari PeacBromo dan Training Zen, Samsul Hadi, Ahmad Budiman dan Fahmi.

Dalam sambutannya bapak Ahmad Zabadi, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis Kementerian Koperasi dan  Koperasi dan UMKM menyampaikan, “ Business Model sudah menjadi kebutuhan bagi para pelaku usaha saat ini termasuk para pendamping KUMKM untuk membantu klienya”. bahkan beliau menyempaikan kegiatan ini merupakan up grade setelah pelatihan peningkatan kompetensi pendamping di Solo, dan tidak semua propinsi mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan pelatihan business model ini.

Sementara itu salah saorang peserta workshop, Anton Juniardi, menyampaikan pendekatan yang disampaian dalam workshop ini membuka wawasan, dan merupakan pola yang baru dalam mendampingi KUMKM. Pelatihan semacam ini agar diselenggarakan lagi, dengan peserta yang  lebih luas.

“Business Model Generation” adalah pendekatan dan teknik terbaru untuk menjelaskan, menganalisa, dan mengembangkan business model suatu usaha agar usaha tersebut tumbuh berkembang dan langgeng secara finansial. Pendekatan ini sangat tepat juga untuk menganalisa permasalahan KUMKM dan mengembangkan solusinya.

Selain itu, tindak lanjut dari worshop adalah dengan dibentuk working group, sebagai wadah penyampaian akses informasi antar pendamping. unit ini bekerja memfasilitasi BDS, para pendamping Koperasi dan UMKM untuk dapat sharing dan berdiskusi di dalam mencari solusi yg tepat untuk  mendampingi KUMKM. fah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam