Saya Komitmen Menjadi Fasilitator Perpuseru

Sebelum saya lanjutkan berikut ini sekilas tentang Perpuseru. Dari portal resminya dijelaskan, bahwa Perpuseru merupakan program pengembangan perpustakaan yang fokus pada penyediaan akses teknologi informasi dan komunikasi serta peningkatan kapasitas staf mitra Perpuseru yang tersebar di 34 perpustakaan di Indonesia.

Senang sekali rasanya, saya bisa turut berperan aktif menjadi bagian dari Perpuseru dengan menjadi pendamping atau disebut dengan Fasilitator Perpuseru. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih calon Fasilitator perpuseru, pasalnya pembekalannya saja masih akan dilaksanakan pada 19 hingga 26 Oktober 2014.

Program yang diinisiasi oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) yang bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) didirikan pada Oktober 2011 dengan tujuan utama menjadikan perpustakaan menjadi pusat pembelajaran masyarakat berbasis Teknologi Informasi (TI).

Saya tidak akan menceritakan proses wawancara yang harus dilalui, namun -yang jelas, waktu itu (17/9), bertempat di Hotel The Cipaku Garden – peserta dibagi menjadi dua kelompok dalam pelaksanaan wawancara untuk menjadi Fasilitator Perpuseru. Saya bersama dengan sekira 14 orang lainnya masuk dalam kelompok pagi dan 15 orang selanjutnya masuk ke dalam kelommpok wawancara di siang hari.

Beberapa hari kemudian (26/9), email penting masuk dari pihak Perpuseru yang isinya menyatakan bahwa saya lulus seleksi sebagai Fasilitator Perpuseru. Isi emailnya, pihak panitia menyebutkan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti, seperti; saya harus menyiapkan diri guna mengikuti Training Facilitator yang akan diselenggarakan di Bali.

Semenjak itu saya dengan (calon) Fasilitator Perpuseru dari daerah lain pun mulai sering berkomunikasi via social media, Facebook, takjarang menggunakan Google Drive sebagai latihan memperbaharui data seara online. Panitia dalam hal ini PEAC Bromo di bawah kendali Samsul Hadi yang akrab dipanggil Cak Samsul begitu sigap mempersiapkan segala hal untuk keberlangsungan acara Training of Trainer (TOT) di Bali. Sejatinya ToT nanti itu bertujuan melahirkan Fasilitator atau pendamping dalam mensukseskan program pengembangan perpustakaan desa berbasis IT.

Acara masih terbilang lama, namun sekali lagi PEAC Bromo sudah membuatkan Id Card bagi Fasilitator Perpuseru. Saya pun sudah menyalin dokumen Id Card Fasilitator Perpuseru ke harddisk di laptop. Id Card Fasiitator Perpuseru tampilannya seperti ini …

Saya Komitmen Menjadi Fasilitator Perpuseru
Saya Komitmen Menjadi Fasilitator Perpuseru

Saat menyerahkan berkas lamaran 2 bulan yang lalu saya memang mengirimkan foto dengan berpakaian seragam RTIK alias Relawan TIK Indonesia, sebuah organisasi kerelawanan dengan cara berbagi informasi dan ilmu IT kepada masyarakat (Baca: Sosialisasi Internet Sehat dan Jurnalisme Warga). Saya pikir ada korelasi yang erat antara peran saya di RTIK dengan yang akan saya lakukan di Perpuseru sebagai Fasilitator, yaitu sama-sama untuk melayani kebutuhan masyarakat berbasis TIK.

Sekarang saya tinggal berdoa kepada sang Khalik, semoga bisa tetap sehat dan kuat luar dan dalam. Tanpa itu semua, mustahil saya bisa melakukan semua rencana aktifitas tersebut di atas. Namun, sebagai langkah awal, Saya Komitmen Menjadi Fasilitator Perpuseru, insya Allah .

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam