Pemuda Mempercepat Perubahan

oleh : Ahmad Syaifur Rijal [ ahsyar@gmail.com ]

1 ahmad syaifurSeorang tokoh pergerakan yang cukup tenar pernah mengatakan : “Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya”. Tokoh tersebut adalah Hasan Al – Banna, pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin. Seperti kita ketahui bersama bahwa gerakan Ikhwanul Muslimin sejak didirikan pada 1928 M hingga saat ini masih massif dan memberi pengaruh besar di Negara asalnya, Mesir. Agaknya memang dibutuhkan peran pemuda dalam setiap agenda perubahan di tengah-tengah masyarakat.

Pemuda adalah salah satu fokus komponen kegiatan pelibatan masyarakat dalam strategi pengembangan perpustakan berbasis TIK yang dijalankan oleh program perpuseru phase II, selain kelompok Perempuan dan kelompok Pengusaha Mikro. Definisi pemuda disebutkan dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Bab I pasal 1, ayat satu yang berbunyi : Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Sebagaimana disebutkan dalam UU diatas bahwa pemuda memiliki periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, maka akan sangat besar manfaatnya apabila periode pertumbuhan dan perkembangan tersebut dimaksimalkan dan diarahkan dengan benar. Kelompok pemuda yang dikumpulkan dan diwadahi dalam suatu kegiatan memiliki potensi besar untuk kesuksesan kegiatan tersebut, mengingat tenaga yang besar dan mobilitas yang tinggi. Selain itu, pemuda cukup mudah diarahkan mengingat kondisi kejiwaan mereka yang membutuhkan orang tua untuk membimbing dalam setiap keputusan.

Peluang akan memanfaatkan potensi pemuda disadari betul oleh Perpustakaan Desa Senduro. Sebagai mitra perpuseru, dalam pelatihan strategi pengembangan perpustakaan berbasis TIK, fokus kegiatan pelibatan masyarakat perpusdes Senduro adalah pada komponen Pemuda. Sekitar 40 % dari pemuda desa Senduro masih belum mempunyai pekerjaan karena minimnya skill/keterampilan sehingga banyak pemuda terjerat dalam kenakalan remaja. Untuk mengatasi masalah pemuda di desa Senduro tersebut, perpusdes Senduro mengget Karang Taruna setempat untuk menjalankan program Bank Sampah.

Program Bank Sampah sendiri muncul sebagai jawaban akan permasalahan sampah desa Senduro yang sudah lama belum bisa diatasi. Masyarakat kurang sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan, sehingga sampah dibuang sembarangan di berbagai tempat, seperti di sungai, di pasar dsb. Dengan dicetuskannya program bank sampah ini diharapkan permasalahan tersebut bisa teratasi dengan baik. Desa senduro yang asri dan sehat adalah dambaan setiap pihak disana, mengingat visi desa Senduro saat ini adalah menjadikan desa Senduro sebagai desa wisata.

Motto dari program bank sampah ini adalah “Ubah Sampah menjadi Rupiah”. Maksud dari motto tersebut adalah mengumpulkan dan memilah sampah untuk kemudian diproses menjadi barang yang bernilai manfaat dan bernilai jual. Dalam mempersiapkan program bank sampah ini, perpusdes dan karang taruna Senduro sempat mendapat undangan dari perpusdes Yosowilangun Lor untuk silaturahim sekaligus melakukan studi banding ke desa Yosowilangun Lor yang memiliki referensi cukup massif tentang pengelolaan sampah.

Untuk mensukseskan program bank sampah ini, perpusdes Senduro dan karang taruna mengumpulkan para pemuda desa Senduro hingga 50 orang sebagai pengurus dan pelaksana program ini. Sejauh pengamatan penulis, mereka cukup antusias mensukseskan program ini, mulai dari saat studi banding ke Yosowilangun Lor hingga peresmian program Bank Sampah. Tentunya ini adalah awal yang baik untuk kegiatan pelibatan masyarakat dengan fokus komponen pemuda ini.

Perpusdes Senduro sendiri dijadikan sumber referensi dalam menjalankan program bank sampah ini. Para pemuda yang telah ditunjuk sebagai pengurus dan pelaksana program bank sampah seringkali mengunjungi perpustakaan untuk memanfaat layanan internet guna mencari referensi tentang pengolahan sampah.


Picture1

 

 

 

 

 

 

Pengurus program bank sampah sedang mencari referensi di perpusdes Senduro

Pemerintah Desa Senduro mendukung penuh program bank sampah ini, seperti yang disampaikan Kepala Desa Senduro bahwa Desa Senduro membutuhkan peran para pemuda dalam menjalankan program-program Desa. Pengurus perpusdes sekaligus inisiator program, Pak Johan merasa bangga bila ada pemuda Senduro yang berani tampil aktif melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Picture1

 

 

 

 

 

Pak Johan selaku pengurus Perpusdes memberikan sambutan dalam peresmian progam bank sampah

Para pengurus dan pelaksana program bank sampah yang terdiri dari 50 putra-putri desa Senduro hadir semua dalam peresmian program bank sampah pada tanggal 2 Januari 2015. Peresmian tersebut dihadiri oleh Dinas Pertanian Kab. Lumajang UPT Kec. Senduro, Bapak Hendri. Program bank sampah ini mendapat apresiasi tinggi oleh Dinas Pertanian dan akan dijadikan pilot project di Lumajang.

Picture1

 

 

 

 

 

Program Bank Sampah diresmikan Kepala Desa Senduro

Picture1

 

 

 

 

 

Pak Hendri dari Dinas Pertanian menyampaikan saran

Dalam forum peresmian program bank sampah tersebut, penulis selaku fasilitator perpuseru diberi kesempatan menyampaikan saran. Setelah memperkenalkan program perpuseru, penulis menyampaikan agar kawan-kawan pengurus dan pelaksana program bank sampah untuk sering memanfaatkan fasilitas perpustakaan desa dalam mencari referensi tentang pengolahan sampah. Selain penulis juga menyarankan untuk aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan setiap kegiatan program bank sampah, dan fasilitas perpusdes sangat mendukung untuk kegiatan dokumentasi dan publikasi tersebut. Hal tersebut sesuai dengan visi program Perpuseru sendiri, yakni membantu mengembangkan perpustakaan umum  di Indonesia menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Picture1

 

 

 

 

 

 

Penulis selaku Fasilitator Perpuseru menyampaikan saran

Sejak diinisiasi pada pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis TIK pada awal Desember 2014, praktis dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan, program bank sampah telah resmi diluncurkan. 50 putra-putri terbaik desa Senduro siap menjalankan program bank sampah bersama perpusdes Senduro untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa Senduro. Peran pemuda memang mempercepat agenda perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam