PEER LEARNING MEETING STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSDES

IMG_20150326_102138-300x225

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengelola 5 Perpustakaan Desa mengikuti kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi selama dua hari (25-26/3). Kegiatan yang difasilitasi oleh Fasiliator Perpuseru tersebut sebagai ajang pertemuan para pengelola perpustakaan desa yang dilaksanakan secara berkala.
Pelaksanaan PLM hari pertama dihadiri oleh pengelola perpustakaan desa, fasilitator Perpuseru (FP), Fasilitator Perpusda (FD), dan Library Supporter. Agenda utama Kegiatannya membahas dan mendiskusikan pencapaian keberhasilan yang meliputi: Pelibatan Masyarakat, Peningkatan Layanan Komputer dan Internet, dan Advokasi. Selain itu pengelola perpusdes juga mengemukakan tantangan dan permasalahan dalam mengelola perpustakaan, dimaksudkan untuk mencari solusi dan alternatif penyelesaian masalah melalui diskusi dan berbagi pengalaman antar pengelola perpustakaan desa.
Secara umum keberhasilan yang telah dicapai oleh perpustakaan desa merefleksikan ketiga strategi pengembangan perpustakaan. Perpusdes telah mengadakan kegiatan pelibatan masyarakat dengan agenda kegiatan berupa perlombaan, pelatihan, dan layanan baca. Pelayan Komputer dan Internet Menjadi menu layanan utama dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkegiatan di perpustakaan. Pelatihan Komputer dan Internet, Pelatihan Bisnis on-line serta layanan pencarian iformasi di internet menjadi andalan semua pengelola Peprusdes.
IMG_20150326_102103

Beberapa pengelola telah berhasil melakukan advokasi kepada stakeholder dalam pengadaan sarana dan prasarana. Ada yang mendapatkan ruangan khusu perpustakaan, Pemasangan trails, pemasangan karpet dan penambahan tenaga relawan pengelola perpustakaan.
Diskusi yang paling menarik pada kegiatan PLM adalah ketika para pengelola perpusdes berbagi tantangan dan masalah. Keseruan timbul karena tantangan pada salah satu perpusdes adalah eberhasilan pada perpusdes lainnya. Fasilitator Pepruseru Peac Bromo menyimpulkan bahwa hasil identifikasi permasalahan dan tantangan pengelolaan perpusdes adalah sebagi berikut:
1. Kekurangan komputer
2. Kekurangan Jaringan Internet
3. Koleksi buku bacaan kurang
4. Ruangan masih menumpang dengan ruang pelayanan desa
5. Kekurangan dana Operasional
6. Kekurangan Tenaga Pengelola yang handal.
Desa Pasawahan yang mengelola Perpustakaan Desa BUNGA PADI ikut berpartisipasi dan aktif mengikuti semua sesi kegiatan. PLM hari pertama 2 orang pengelola serta 2 orang library supporter ikut berbagi pengalaman dan bergabung dengan 20 peserta lainnya. Pa Jajun Sudiana pimpinan rombongan desa Pasawahan mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dan banyak manfaatnya untuk pengembangan perpustakaan. “Selain dapat saling mengisi, kami juga mendapat banyak saudara” Ungkap sutisna yang turut daalam kegiatan tersebut.
Apa yang menjadi catatan keberhasilan pada PLM hari ke-1 direkap dengan rapi untuk dijadikan bahan advokasi pada PLM hari ke-2. Pada hari kedua para pengelola yang didampingi kepala desa beraudiensi dengan stakeholder yang telah difasilitasi oleh FP dan Kantor Perpustakaan Daerah kabupaten Sukabumi.
Stakeholder dihadirkan pada PLM hari ke-2 diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi Perpusdes. Stakeholder berasal dari berbagai kalangan. Birokrasi (Dinas Pendidikan, Diskoperindag, dan PLUT), Akademisi (STT Nusa Putra, AMIK BSI, dan STAI Kharisma, IGI),  BUMN (Bank Jabar), unsur pemuda (KAHMI), Relawan TIK (Sukabumi Today), unsur swasta dll. Pada kesempatan tersebut banyak peluang dan kesempatan untuk dapat ditindaklanjuti oleh pengelola perpusdes maupun perpusda menjadi kesepakatan dalam kemitraan.
Dahlan Sudarlan Kepala Desa Pasawahan menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan PLM hari ke-2, beliau menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai oleh Perpusdes Bunga Padi Desa Pasawahan. “Saya sebagai kepala desa sangat antuasis menyambut kehadiran tim dari Coca Cola Foundation Indonesia melalui program Perpuseru untuk mengembangakan Perpusdes berbasis Teknologi Informasi” ungkapnya saat menyampaikan komitmennya.
Banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk saling berbagi dalam mengembangkan perpusdes. Komunikasi yang baik dengan semua unsur menjadi modal utama untuk maju. Karena kita tidak dapat bekerjar sendiri, sebaliknya, kerjasama harus.

sumber:http://pasawahan.desa.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam