Menata Financial Sedini Munkin

Anda mungkin pernah mendengar salah satu teman berkata bahwa dia ingin memiliki usaha sendiri sebelum usianya yang ke 40. Orang lain mungkin cukup puas dengan memiliki dana pensiun yang cukup saat usianya mencapai 55 tahun. Barangkali ada di antara Anda yang berencana untuk menikahkan anak pada usianya yang ke-25.

Anda sendiri mungkin ingin mencapai semua ini sambil menabung untuk mempersiapkan dana kesehatan hari tua. Tak diragukan lagi, kita semua memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda dan berkembang seiring dengan bertambahnya usia.

Bagaimana bisa mencapai semua ini jika memikirkan angka-angkanya saja sudah membuat kita terintimidasi? Jawabannya sederhana-dengan menjadi sangat cermat dalam menciptakan kekayaan maka Anda akan berhasil mencapai tujuan.

Laju pendapatan dan siklus finansial Beda usia berbeda pula pendekatan atau strategi perencanaan keuangannya. Secara garis besar, Anda bisa membaginya ke dalam tiga kategori kelompok usia yaitu a) 20-35 tahun ; b) 35-60 tahun ; c) 60 tahun ke atas.

Ilustrasi berikut ini menggambarkan bagaimana komponen-komponen perencanaan keuangan seperti asuransi, dana darurat, tabungan dan investasi, pajak, dana pensiun, perwarisan – mengalami perubahan pada tiap kelompok usia Umumnya pendapatan cenderung naik dari pertama kita bekerja pada usia 20-an sampai menjelang masa-masa puncak perkembangan karier pada akhir usia 40-an. Selanjutnya akan terlihat stabilitas pendapatan pada masa menjelang pensiun dan diikuti penurunan pada masa pensiun.

Penting untuk diingat bahwa penciptaan kekayaan akan bergantung pada tidak saja dari laju pendapatan, tetapi juga dari kemampuan kita untuk mengendalikan pengeluaran, terutama pengeluaran cicilan utang dan gaya hidup, sehingga mendorong aktivitas menabung dan berinvestasi.

Dasar-dasar kekayaan Tiap kategori usia seperti dijelaskan pada ilustrasi diatas terlihat betapa pentingnya kemampuan mengakumulasi kekayaan saat usia produktif. Ini bukanlah Penciptaan kekayaan akan bergantung pada tidak saja dari laju pendapatan, tetapi juga darikemampuan kita untuk mengendalikan pengeluaran.suatu rumusan matemika rumit melainkan sederhana dan mudah dipahami. Ibarat tanaman “you plant now and liarvest later ” Anda menanam sekarang dan memanennya nanti. Makna sekarang dan nanti mewakili suatu masa atau horison waktu yang merupakan komponen penting dalam proses berinvestasi. Karena itu Anda juga harus memberikan waktu yang cukup kepada investasi Anda untuk bertumbuh dan berlipat ganda.

mengutip pernyataan Warren Buffet, “our favourite holding period is forever” -mengisyaratkan betapa pentingnya proses dan waktu dalam berinvestasi. Tidak ada proses instant dalam konsep apa pun yang bisa menjamin seseorang akan menghasilkan mega profit dalam sekejap secara terus menerus tanpa diikuti dengan megarisiko yang juga sama besarnya. Maka itu, para perencana keuangan selalu menganjurkan orang mulai berinvestasi sejak dini se-BO Tahun cara teratur.

Semakin panjang horison investasi, semakin besar potensi kekayaan yang bisa diakumulasi. Terkait dengan proses dan horison waktu tadi, maka kesabaran dan konsistensi sangat diperlukan, dengan kata lain pengendalian emosi. Di sini Anda harus memahami hubungan antara risk-reward dari berbagai produk investasi dan profil risiko individu Anda sendiri. Ketidak yang berpangkal dari ketidak tahuan terhadap hubungan ini hanya akan mengakibatkan kepanikan yang membuat Anda cenderung tem-peramental dalam berinvestasi.

5 Tip mengakumulasi kekayaan Tetapkan tujuan dan target keuangan. Menentukan di mana Anda ingin berada secara finansial adalah langkah awal dalam mengakumulasi kekayaan. Kita memahaminya sebagai penentuan tujaun keuangan secara spesifik dan terukur serta perlu mempertimbangkang leiel of prioriry-nya.

Ketahui ukuran dompet Anda. Mengetahui berapa jumlah dana yang bisa Anda alokasikan setiap bulannya. Bersikap realistis dalam menentukan tujuan keuangan agar Anda tidak terlalu memaksakan diri. Jadi persiapan kebutuhan masa depan janganlah sampai mengorbankan kebutuhan dasar saat ini.

Melek finansial. Kebanyakan orang belum “melek finansial”, ini bukan sekadar menghafal begitu banyak-puluhan bahkan ratusan kendaraan investasi yang ditawarkan saat ini, tetapi juga pemahaman terhadap bagaimana cara yang tepat menggunakannya, dan untuk apa serta kapan. Karena itu milikilah anggaran untuk belajar berinvestasi, mulailah sejak muda, mulailah sekarang , edukasi diri Anda.

Lakukan secara sistematis. Kondisi ekonomi tidak selalu stabil dan Anda kemungkinan besar akan mengalami fluktuasi suku bunga, nilai tukar rupiah, pasar saham, inflasi dan lain sebagainya. Walaupun dalam jangka pendek ini bisa menyebabkan turun naiknya harga secara siknifikan tetapi dalam jangka panjang kinerja berbagai produk investasi cenderung mengalami peningkatan. Karena itu dalam situasi apa pun tetaplah disiplin dalam menabung dan berinvestasi secara reguler agar Anda bisa menikmati pertumbuhan jangka panjang.

Evaluasi. Tujuan keuangan dan cara yang dilaksanakan untuk mencapainya perlu dievaluasi secara periodik. Ini penting untuk mengukur seberapa efektifnya pelaksanaan rencana keuangan terhadap target keuangan. Juga untuk melihat apakah Anda telah berada di jalurnya dari sisi target waktu ataupun dananya.

Sumber; kontan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam