LLP-KUKM Uji Keberhasilan Konsultan PLUT-KUKM dengan Memfasilitasi Pameran Gratis di Smesco.

anak-agung-gede-ngurah-puspayoga

 

Kekhawatiran pelaku KUKM terhadap kompetisi bebas Masyarakat Ekonomi Asean hendaknya jangan disikapi dengan ketakutan berlebih. Sebagai pelaku usahawan lokal, pemerintah telah memikirkan berbagai jalan keluar sebagai upaya peningkatan daya tahan dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Sebagai contoh, berbagai produk impor berharga murah, pada awalnya memang menarik minat pasar, namun faktanya kini konsumen memilih produk yang telah teruji kualitas. Demikian paparan Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM, di hadapan konsultan pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu KUKM dari seluruh Indonesia.

Sebagai dokter KUKM yang tersebar di seluruh Indonesia, konsultan KUKM yang tergabung dalam Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM (PLUT-KUKM) tidak berjalan sendiri. Dinas Koperasi dan UKM di masing-masing provinsi adalah induk para konsultan KUKM di daerah, sedangkan Kementerian Koperasi dan UKM, berperan sebagai bapak angkat para konsultan yang bertugas memberikan berbagai fasilitas penunjang kegiatan, agar para konsultan PLUT KUKM berjalan sesuai tupoksinya dalam memberikan konseling produksi, konseling pemetaan trend, konseling manajemen keuangan dan konseling pemasaran kepada pelaku KUKM di seluruh Indonesia, demikian Ahmad Zabadi menambahkan.

“MEA bukanlah halangan bagi KUKM dalam meraih sukses, sejatinya dengan terbukanya pasar Asean secara bebas, ini merupakan tantangan nyata KUKM dan Konsultan PLUT KUKM untuk berkembang, ujian nyatanya adalah pasar bebas. KUKM yang berhasil sukses meraih pasar mengindikasikan bahwa mereka didampingi oleh Konsultan PLUT KUKM handal, maka pada bulan Desember 2015, saya memberikan kesempatan bagi KUKM dan Konsultan PLUT KUKM untuk pameran gratis selama tiga hari di Gedung UKM Convention Center Smesco. syaratnya yaitu, bawa produk terbaik hasil pendampingan PLUT-KUKM, dan buktikan dengan transaksi di arena pameran.”  Demikian ujar Ahmad Zabadi Direktur LLP-KUKM dihadapan konsultan PLUT KUKM se Indonesia, dalam acara bertajuk Peningkatan Kapasitas Standar Kompetensi Konsultan Lembaga Pendamping Bisnis KUKM, di Jogjakarta (28/4).

Ahmad Zabadi menambahkan, pasar bebas tidak sepenuhnya memberikan implikasi buruk bagi KUKM, berbagai strategi ketahanan usaha dapat dilakukan, diantaranya dengan membentuk komunitas bisnis dan menentukan arah bisnis mereka. Sebagai contoh, para produsen alat perkakas skala UKM di luar negeri bersatu dalam sebuah komunitas bisnis, kemudian mereka membuat sebuah brand dan mendirikan sebuah toko, dengan adanya sebuah brand tersebut, mereka secara sadar, kemudian memperbaiki kualitas produk, kemudian menambahkan permodalan mereka, lalu mereka memikirkan cara-cara kreatif untuk menjual produk mereka, pada proses tersebutlah secara alamiah KUKM kemudian tumbuh keinginan untuk sukses, bila tumbuh kembang KUKM telah mencapai fase tersebut, pemerintah sebagai stimulisator, akan memiliki formula pendampingan KUKM dari fase dasar hingga fase mandiri yang dapat terukur secara ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam