Inkubator bisnis mampu berdayakan UKM

Pemerintah memastikan 15 lembaga perguruan tinggi  yang memiliki Pusat Inkubator Bisnis dan telah ditetapkan menjadi mitra pemberdaya usaha mikro, kecil dan menengah akan menjalankan peran dan fungsinya apabila didukung seluruh stakeholders.

 

Choirul Djamhari, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan apabila seluruh pemangku kepentingan mendukung operasionalisasi Pusat Inkubator Bisnis di perguruan tinggi, peranan lembaga itu akan optimal.

 

”Pelaku usaha kecil menengah (UKM) sebagai tenant dari pusat inkubator tersebut pasti berhasil melewati proses inkubasi.  Setelah UKM tenant lulus dan kembali ke dunia usaha nyata, mereka akan memiliki kemampuan standar,” katanya kepada Bisnis, Selasa, 27 Maret 2012.

 

Sebenarnya ada sekitar 50 inkubator bisnis yang ada di kampus-kampus perguruan tinggi Indonesia. Namun, pemerintah hanya melakukan survei kelayakan kepada 28 inkubator dari 32 yang dinilai masih memenuhi syarat menjadi mitra peningkatan kapasitas UKM.

 

Di Indonesia, eksistensi pusat inkubator bisnis di perguruan tinggi dibagi dalam 4 jenis kegiatan, yakni inkubator bisnis, inkubator teknologi, inkubator teknologi dan bisnis, dan inkubator agrobisnis dan agroindustri.

 

Konsep dasar inkubator bisnis di Indonesia adalah sebagai lembaga yang menyediakan berbagai layanan yang mengacu kepada unsur 7S yangterdiri dari space, shared, service, support, skill, shed capital, dan synergy.

 

Berarti pada operasional setiap lembaga inkubasi tersebut, seluruh fasilitas yang diperlukan mendidik dan meningkatkan kapasitas UKM sudah tersedia secara paripurna. “S ketiga dari unsur 7S adalah meliputi penyediaan tenaga konsultasn manajemen dan masalah pasar, aspek keuangan dan hokum, informasi pasar dan teknologi.”

 

Adapun lembaga-lembaga yang sudah siap menjalankan fungsinya adalah Pusat Inubator Cikal USU Sumut, Entrepreneurship Centre Universitas Andalas Padang, Inkubator Agribisnis Unversitas Riau, Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan IPB.

 

Pusat Inkubator Bisnis  Institut Manajemen Koperasi Indonesia Jatinangor, Jawa Baat,  Klinik Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Pusat Study Pendampingan Koperasi dan UKM Universitas Sebelas Maret Solo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam