| SEABFEX III di Gelar di Surabaya 14-17 Juli 2010 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Selasa, 13 Juli 2010 11:18 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kementerian Kelautan danPerikanan (KKP) akan menggelar Seaweed International Business Forumand Exhibition (SEABFEX) III di Hotel Sheraton and Tower Surabayapada 14-17 Juli 2010. “Acara ini akan dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan,agendanya antara lain digelarnya trilateral meeting antaraIndonesia Seaweed Commission (ISC), Seaweed Industry of ThePhilippines (SIAP), dan Malaysia Seaweed Association (MSA), kataDeputy Director For Bussiness and Investment Information KementrianKelautan dan Perikanan, Any Kustantiny di Jakarta, Senin(12/7).
Acara tersebut digelar untuk mempertemukan para pelaku usaharumput laut dunia dan mengundang para investor baru untuk mauberinvestasi dalam sektor rumput laut di Indonesia. Saat inisekitar 80 persen produksi rumput lau Indonesia masih diekspordalam bentuk rumput laut kering. Melalui SEABFEX III ini diharapkan nilai tambah pengolahanrumput laut di Indonesia bisa meningkat melalui tumbuhnya industripengolahan rumput laut yang baru, kata Any, yang juga menjadi KetuaPanitia SEABFEX III. SEABFEX ditargetkan dapat menyedot sedikitnya 400 orang peserta.Hingga saat ini sudah terdaftar sebanyak 350 orang dari Indonesia,Filipina, Korea, China, Malaysia, Perancis, India, Jerman, Kanada,Hongkong, Chili, Jepang, dan Nigeria. “Indonesia merupakan salah satu pemasok terbesar rumput laut didunia. Karena itu banyak pabrik pengolahan rumput laut di Eropa danChina produksinya sangat terpengaruh dari produksi rumput lautIndonesia, katanya. Indonesia memiliki keunggulan untuk menjadi komoditas pilihankarena besarnya potensi wilayah untuk pengembangan rumput laut,rumput laut mudah dibudidayakan, melibatkan pelaku usaha perikananrumah tangga sehingga kecendrungannya bersifat padat karya dandilakukan dalam kawasan yang luas, dan permintaan pasarnya puncukup tinggi. Berdasarkan data statistik Kementrian Kelautan dan Perikanan,total produksi rumput laut tahun 2008 sekitar 2.145.060 ton, denganvolume nilai ekspor pada 2008 sebesar 102.415,93 ton dengan nilaiUS$ 124,36 juta.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


