Joomla TemplatesBest Web HostingBest Joomla Hosting
KUR Masih Minim Peminat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 12 Juli 2010 12:52

Pemerintah mengakui penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih rendah. Hal itu terkait perubahan yang dilakukan pemerintah untuk kemudahan kredit bagi usaha kecil menengah (UKM). Sampai Mei 2010, KUR baru terserap Rp 3 triliun dari target Rp 13 triliun di 2010.

"Rendahnya penyerapan KUR kalau untuk semester I-2010 hanya terkait masalah administrasi saja," ujar Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/7/2010).


Hatta menilai penyerapan KUR yang masih rendah, bukan karena tidak ada UKM yang meminta. Tapi lebih karena adanya perubahan sistem dalam meningkatkan aksesibilatas memorandum of understanding (MoU) antara UKM dengan pihak perbankan.

"Kita yakin setelah itu akan bergulir dengan cepat, jadi disisa Semester II/2010 akan meningkat kembali," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Menko Perekonomian Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Erlangga Mantik mengatakan, perlu usaha ekstra bagi pemerintah untuk mencapai target penyaluran KUR sebesar Rp 13 triliun sampai akhir tahun ini. Karena sampai dengan Mei 2010, kredit yang tersampaikan ke masyarakat hanya Rp 3 triliun. 

"Bulan Juni ini masih kita evaluasi, anggaplah Juni ini sekitar Rp 1 triliun maka satu semester kita baru Rp 4 triliun. Masih butuh Rp 9 triliun lagi, sedangkan waktu yang tersisa hanya tinggal satu semester," ujar Erlangga di kantornya.

Sebetulnya, lanjut Erlangga, secara umum angka ini masih sejalan dengan penyaluran kredit perbankan yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 18,7% dari target 20%-22%. Namun peningkatan target KUR yang hampir 100% dibanding tahun lalu membuat perbankan agak kesulitan. Apalagi jika melihat risiko Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet dari pinjaman yang diberikan.

Erlangga menyatakan sampai dengan Mei 2010, kredit macet yang terdata sudah mencapai 6%. Meningkat dibandingkan dengan awal Januari 2010 yang hanya di kisaran 5,8%.

"Ya memang untuk NPL ada kecenderungan untuk peningkatan, itu wajar karena sebagian yang diberikan baru memulai usahanya," jelasnya.

Meski demikian, kata Erlangga, baik pemerintah maupun perbankan tetap memberikan tenggat waktu. Misalkan untuk kredit modal kerja diberikan waktu tiga  tahun, tapi tetap bisa menambah waktu selama tiga tahun berikutnya. Kemudian untuk kredit investasi yang sebelumnya hanya lima tahun dapat ditambah lima tahun kembali.

Sementara Badan Pusat Statistik menyebutkan setidaknya ada 50 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bisa memperoleh KUR. Tapi dari Rp 3 triliun yang disalurkan sampai dengan Mei faktanya baru Rp 2,7 juta yang memanfaatkan.

Dari jumlah itu sektor paling besar masih perdagangan sebanyak 68%, pertanian antara 17%-18% sedangkan industri pengolahan baru dikisaran 3%-4%. Besarnya kredit di sektor perdagangan tidak terlepas dari tingginya permintaan dan cepatnya uang yang berputar.

"Kita semua yang berada di kementerian terus lakukan sosialisasi, baik di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perindustrian, Pertanian, begitupula di kantor Menko Perekonomian," ungkapnya.

Erlangga menilai berbagai kemudahan telah diberikan oleh pemerintah untuk memperoleh KUR, baik dari aksesibilitas ataupun penurunan suku bunga.

Sebagaimana diketahui, akhir tahun lalu pemerintah bekerjasama dengan bank menyepakati beberapa kesepakatan baik dari sisi aksebilitas maupun suku bunga. Keduanya kemudian sepakat untuk menurunkan suku bunga KUR Mikro (pinjaman kurang dari Rp 5 juta) dari 24% menjadi 22%.

Kemudian Penurunan suku bunga KUR Ritel (pinjaman lebih dari Rp 5 juta-Rp 500 juta) dari 16% menjadi 14%. Tidak hanya itu keduanya juga sepakat untuk menambah bank penyalurannya dari sebelumnya enam menjadi 19 bank.

sumber: DetikFinance

Comments
Add New Search
a1214136  - 11     |218.87.3.xxx |2010-08-09 20:56:28
"I had a run-in with one of the Coast Guard. He said this is my water
out here. I said, no, you're wrong. This is my water. You're just
a visitor... ffxiv gil,ffxiv gil,ffxiv gil, We've been here all our lives," says Wayne Eldridge, whose
construction company in Bayou La Batre, Ala., has been working on oil
spill response. ffxiv gil,ffxiv gil,ffxiv gil, "You got guys in hazmat suits walking down the beach. It's not ...
fun having your wife and daughter lying out in bikinis. ffxiv gil,ffxiv gil,ffxiv gil, It just doesn't go together, you know?" says Alabama real estate
agent and developer Howard Yeager.
ffxiv gil,ffxiv gil,ffxiv gil, Although he has a hard time trusting anyone linked to the spill, he is
counting on the government to make the rig's owners and
operators fulfill their promises of restoring the Gulf. "I don't
see BP packing up and leavin...
a8451221   |218.87.3.xxx |2010-08-09 21:14:02
"We are sitting on the bank with nothing in our hands; no shelter, no
food," said a flood victim in Sukkur, Allah Bux. "We are
helpless and in pain." Forsaken World Gold,gaia online gold,Grand Fantasia Gold, The U.N. special envoy for the disaster, Jean-Maurice Ripert, said
billions of dollars would be needed to help Pakistan recover,
but funds could be difficult to procure amid the global financial
crisis. Guild Wars Gold,Guild Wars 2 Gold,Jade Dynasty Gold, In neighboring India, rescuers dug through crushed homes and piles of mud
searching for 500 people still missing after flash floods sent massive
mudslides down remote desert mountainsides in Indian-administered Kashmir,
officials said. The death toll rose to 132 with about 500
others injured. kal geons,knight gold,land of chaos gold, The dead included at least five foreign tourists whose nationaliti...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."