Joomla TemplatesBest Web HostingBest Joomla Hosting
PeacBROMO :: Promoting Enterprise Access to Credit
PNM Kaji Terbitkan RDPT untuk UMKM PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 19 Agustus 2010 03:51
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengkaji rencana penerbitan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT/private equity fund) untuk usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM).

Penerbitan produk ini dalam rangka membantu kesulitan pendanaan sektor tersebut “Selama ini RDPT lebih banyak untuk membiayai sektor infrastruktur. Karena itu,kami memiliki ide menerbitkan RDPT untuk UMKM,” kata Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja di Jakarta baru-baru ini. Parman mengatakan,jika kajian RDPT untuk UMKM ini disetujui Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK),maka PNM melalui anak usahanya, PNM Investment Management (PNIM) akan menerbitkannya tahun depan.
Selanjutnya...
 
LPDB-KUMKM Gandeng Kejagung Kaji Masalah Perdata PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 19 Agustus 2010 03:43
LPDB-KUMKM menggandeng Kejaksaan Agung untuk mengkaji penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara yang akan dihadapi oleh LPDB-KUMKM dalam operasionalnya menyalurkan dana bergulir.

"Kami telah menandatangani kesepakatan bersama untuk kepentingan ini," kata Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM, Kemas Danial, di Jakarta, Kamis.

Dirut LPDB-KUMKM, Kemas Danial, dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung Kamal Sofyan menandatangani kesepakatan bersama tersebut di Gedung Smesco Jakarta, Rabu malam (18/8), bersamaan dengan perayaan Ulang Tahun ke-4 LPDB-KUMKM.

Selanjutnya...
 
Kebijakan Daging Sapi Kacau PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 14 Agustus 2010 04:11
Dua pekan menjelang puasa, Kementerian Pertanian secara mendadak memangkas impor sapi bakalan. Sebulan sebelumnya, impor daging sapi juga dikurangi secara tiba- tiba. Perubahan mendadak kebijakan importasi daging sapi menjadi pemicu utama lonjakan harga.

Ketua Umum Asosiasi Importir Daging Indonesia Thomas Sembiring, Jumat (13/8) di Jakarta, meminta pemerintah agar tidak menimpakan kesalahan kepada pihak lain. ”Akui saja ada kesalahan dalam pengambilan kebijakan, sekali-kali mengakui tidak apa-apa,” ujar Thomas.

Masyarakat resah dengan kenaikan harga daging sapi yang tinggi pada bulan Ramadhan. Harga daging sapi kini Rp 70.000-Rp 80.000 per kilogram.

Thomas memahami keinginan pemerintah untuk menekan impor sapi bakalan dan daging sapi serta mengandalkan pasokan daging dari sapi lokal. Ini sejalan dengan keinginan swasembada daging sapi tahun 2014.

Selanjutnya...
 
Utamakan Sapi Lokal PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 18 Agustus 2010 12:16
Pemerintah meminta perusahaan penggemukan sapi dan pengusaha daging memprioritaskan pembelian sapi lokal daripada sapi impor. Ketersediaan sapi lokal saat ini 2.224.800 ekor, jauh lebih banyak daripada tahun 2009 yang hanya 1,7 juta ekor.

”Beri kesempatan kepada peternak untuk menikmati Lebaran. Mereka sebaiknya membeli sapi lokal,” kata Direktur Jenderal Peternakan Tjeppy D Soedjana, Sabtu (14/8) di Jakarta.

Ia meminta masyarakat tidak khawatir karena sapi lokal melimpah. Di Jawa Timur, saat ini surplus sapi hingga 665.000 ekor. Karena stok banyak, impor sapi bakalan dan daging sapi dikurangi agar sapi milik peternak laku terjual.

Selanjutnya...
 
Yasti, Menyulap Limbah Tapioka Jadi Duit PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 12 Agustus 2010 20:17

Siapa sangka limbah tapioka yang dianggap sampah, berbau tidak sedap, dan tidak memiliki daya guna lagi justru mendatangkan rezeki bagi anak muda bernama Nur Kartika Indah M (23).

Selama dua tahun ini, ia berhasil membuat nata de coco dari limbah tapioka yang dikombinasikan dengan serat singkong hingga terciptalah kemudian Nata de Cassava.

"Saya awalnya tertarik untuk garap bisnis ini karena saya lihat peluang pasarnya nata de coco ini tinggi. Sekarang ini baru terpenuhi 40 persen di Bantul," ujar alumnus Teknologi Industri Pertanian UGM Yogyakarta angkatan 2005 ini.

Melihat peluang besar tersebut, Yasti, panggilan akrabnya, beserta ketiga temannya pun mencari akal untuk menggarap bisnis nata de coco dengan sentuhan yang berbeda.

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 5