DARI USAHA RUMAHAN, NAIK KELAS MASUK 500 UKM WOW SMESCO

C360_2015-05-21-18-06-53-161

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi kebanyakan orang, tanaman tradisional seperti Jahe, Kunyit, Lengkuas tidak ada artinya, hanya sebagai bumbu dapur dan bahan jamu tradisional. Sebaliknya bagi Cak Mun langgeng, tanaman  tersebut diolah sedemikian rupa, menjadi manisan herbal yang enak dan menyehatkan.

Cak Mun biasa rekan-rekannya memanggil. Pria yang berdomisili di Lawang Malang ini baru tiga tahun menjalankan usaha berbahan tanaman herbal seperti minuman Sinom, beras kencur dan Manisan herbal. namun berkat ketekunan dan kerja kerasnya selama ini tidak ada yang menyangka bahwa usahanya yang masih sekala mikro dan rumahan ini menjadi salah satu UMKM terpilih pada 500 UKM WOW yang dipilih oleh dewan curator, dan berhak untuk masuk kedalam Galeri 500 UKM WOW Gedung Pamer Smesco Kementerian Koperasi di Jakarta.

500 UKM WOW adalah Galeri yang  diharapkan menjadi tempat bagi UKM yang kreatif dan produktif yang ada di Indonesia. Mereka dituntut untuk menampilkan produk dengan standard global dan jugamenarik minat  para Private Equity / investor untuk masuk dan mengembangkan UKM yang ada.

Awalnya Cak Mun tidak menyangka sama sekali bisa masuk ke 500UKM WOW, usahannya pun dari sisi omset masih realtif kecil yakni sekitar  500 botol perbulan.  ketika itu dia antusias untuk belajar dalam Klinik UMKM Naik Kelas yang rutin diselenggarakan oleh Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB), Forum Komunikasi UMKM Nasional (FOKUS UMKM) dan PEACBromo. Hampir setiap senin pagi, Cak Mun berangkat jauh-jauh dari Malang dengan biaya sendiri, untuk belajar dan berkonsultasi dengan para fasilitator dan pendamping dari FOKUS UMKM. Bahkan Cak Mun rajin mengikuti dan berdiskusi di social media mengenai perkembangan usahannya. Akhirnya karena keberanian dan kesungguhan untuk maju, Cak Mun memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi 500UKM WOW yang dilaksanakan oleh Mark Plus. Bagi Cak Mun hal ini sebagai langkah awal menuju naik kelas dari usaha rumahan, menjadi usaha yang menasional di Indonesia. fahmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam