Blue Ocean dalam Business Model

Sebagian dari kita mungkin sudah tahu teori tentang samudera biru. Yaitusuatu teori tentang bagaimana menciptakan ruang pasar tanpa pesaingsehingga menjadikan persaingan tidak relevan lagi. Teori dari hasilpenelitian W. Chan Kim selama bertahun-tahun pada beberapa perusahaan didunia dan dijadikan sebuah buku dengan judul yang sama.

Dalam samudera biru, sebagai pengusaha kita dituntut untuk mencari suatu
strategi sehingga usaha kita terhindar dari perang persaingan yang
digambarkan sebagai samudera merah karena terkadang saling makan, saling
menjatuhkan, saling rebut pasar, sehingga berdarah-darah.

Salah satu cara mengarahkan usaha kita berlayar di samudera biru adalah
dengan melakukan apa yang disebut sebagai Kerangka Kerja Empat Langkah
(Four Steps Action Framework). Dimana kita melakukan
Eliminate-Reduce-Raise-Create atau Hapuskan-Kurangi-Tingkatkan-Ciptakan.

Eliminate adalah menghapuskan faktor-faktor yang selama ini diterima
sebagai standar yang ada tapi sebenarnya tidak efektif. Reduce adalah
mengurangi faktor-faktor itu sehingga berada dibawah standar industri
terkait. Raise sebaliknya meningkatkan faktor-faktor lain sehingga berada
diatas standar industri. Sedangkan Create adalah menciptakan faktor-faktor
yang selama belum pernah ditawarkan sebagai sebuah standar.Untuk lebih mudahnya dicontohkan tentang Cirque du Soleil (CDS). Sebuah
usaha yang bergerak dalam industri sirkus dalam bidang entertainment atau
hiburan. Tidak seperti yang sudah menjadi standar dalam industri sirkus,
CDS melakukan beberapa inovasi sehingga mampu menjauhkan diri dari
persaingan antar sirkus yang terjadi dan berhasil berada pada samudera biru.

Yang dilakukan oleh CDS dalam Kerangka Kerja Empat Langkah itu adalah
dengan menghapus (Eliminate) faktor yang sudah menjadi standar industri
sirkus, yaitu para bintang sirkus dan binatang. Dari hasil analisa,
ternyata penonton tidak menganggap bintang sirkus itu sama dengan bintang
film. Jadi untuk bayaran yang cukup mahal tapi ternyata tidak berpengaruh
banyak pada tujuan seseorang menonton sirkus. Begitu juga penggunaan
binatang, biayanya lebih mahal lagi karena pemeliharaan, makanan, ongkos
pindah, belum lagi protes dari para pecinta lingkungan.

Kemudian Reduce dilakukan dengan mengurangi  jumlah pentas lingkaran dari
sebelumnya 3 menjadi hanya fokus pada 1 dengan mengambil metode teater.
Juga mengurangi jenis lawakan badut yang semula slaptik dan kasar menjadi
lebih intelek dan elegan.

Rise atau menambahkan dengan merubah tenda yang tadinya biasa saja menjadi
lebih besar dan glamor dengan pernak pernik yang mewah, termasuk tempat
duduk, lantai, penataan lampu, suara dan sebagainya.

Sedangkan Create dengan menciptakan elemen-elemen baru seperti adanya
cerita yang saling terkait antar bagian-bagian pertunjukan. dengan
kostum-kostum elegan mengikuti opera dan teater dengan tingkah yang juga
teatrikal. Sehingga ketika kita menonton CDS seperti mengikuti suatu alur
cerita yang menawan dengan sentuhan seni tinggi.

Dengan melalukan Kerangka Kerja Empat Langkah maka suatu usaha akan mampu
meningkatkan nilai dari usaha tersebut baik produk maupun jasa di mata
pelanggan, sekaligus mengurangi biaya. Karena biasanya jika ingin
memberikan nilai tinggi maka diperlukan biaya yang tinggi pula.

Bagaimana kita melakukan analisa dan mendapatkan hasil kesimpulan untuk
kemudian dijadikan bahan melakukan semua itu ?.  Bagaimana mencari strategi
yang tepat guna yang muncul dari kreatifitas dan inovasi ?. Bagaimana
me-redesign usaha kita sehingga mampu bersaing bahkan mengarah pada
samudera biru ?. Dengan konsep Business Model.

Business model mampu memetakan dimana kekuatan dan kelemahan dari usaha
kita. Blok dalam kanvas business model mewakili bagian kanan untuk
optimalisasi seperti Channels, Revenue Stream, Customer Relationship dengan
bagian kiri untuk efektifitas seperti Key Resource, Cost Structure.
Sehingga pada akhirnya akan mempu menerapkan Kerangka Kerja Empat Langkah
yaitu Eliminate-Reduce-Rise-Create. Faktor apa dan dimana yang perlu
dihapus, kurangi, tingkatkan atau ciptakan.

Dengan memahami  Business Model maka seorang pengusaha akan mampu melihat
lebih dalam usahanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam