Benarkah Penerapan SVLK Perlebar Peluang Eskpor Produk dari Jatim?

Penerapan SVLK pada awal tahun ini diperkirakan membuka lebar potensi ekspor mebel ke beberapa negara./JIBI-Ilustrasi

Kalangan pengusaha mebel dan kerajinan kayu meminta agar penerapan sistem verifikasi dan legalitas kayu atau SVLK berjalan dengan transparan agar produk dalam negeri bisa diterima di pasar ekspor.

Budianto Budi, pengusaha mebel PT Multi Manao Indonesia, mengatakan penerapan SVLK pada awal tahun ini membuka lebar potensi ekspor mebel ke beberapa negara.

Setidaknya, kata Budianto, tahun ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekspor mebel lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya di bawah 10%.

“Sejak penerapannya, para buyer asing menanggapi dengan baik . Namun SVLK ini harus diawasi dan betul-betul transparan dijalankan dengan benar, jangan sampai asing mengganggap sebagai sistem yang dibuat-buat dan hanya untuk cari untung dengan menjual sertifikat,” katanya Senin, (12/1/2015).

Budianto menjelaskan pertumbuhan ekspor mebel Multi Manao tahun lalu yang rendah lebih banyak disebabkan oleh kondisi global dan tingkat daya saing yang turun.

Anggota Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jatim itu mengatakan produk mebel yang dihasilkan banyak menggunakan bahan baku impor dari Selandia Baru, Thailand dan Malaysia.

“Daya saing kita kurang sekali, dan saya rasa sekarang ini yang lebih berat adalah faktor harga beli bahan baku dan harga jual. Tidak semudah itu menaikan harga,

 

karena kami mengajukan kenaikan harga ke buyer yang di approve hanya 2%-3%,” jelasnya.

Produk mebel kayu dan rotan di Jawa Timur tersebut selama ini diekspor ke Amerika dan Eropa yakni dengan komposisi 60%-70% dan sisanya ke beberapa negara lain.

Sejak adanya gagasan penerapan SVLK, industri mebel dan kerajinan yang mampu membuat SVLK hanya industri besar sedangkan industri kecil menengah (IKM) belum ada yang menerapkan karena tingginya biaya proses pembuatan serfikat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam