Andika Sukses Di Bisnis Modifikasi Motor

Muda dan memiliki kreativitas tinggi. Itulah yang kira-kira bisa menggambarkan sosok Andika Kairuliawan, pemilik bengkel Balu Oto Work di Yogyakarta. Pria yang baru berusia 23 tahun ini memiliki segudang potensi.

Meskipun memiliki latar belakang Ilmu Teknik Informatika, ia malah lebih sukses jadi pengusaha otomotif. Selain menjadi pengusaha otomotif, sehari-hari Andika juga bekerja sebagai dosen mata kuliah Informatika di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Tidak hanya itu, ia pun tengah melanjutkan sekolah alias mengejar gelar master di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Andika memulai bisnis otomotifnya sejak tahun 2011. Bengkelnya memiliki dua divisi, yaitu modifikasi motor full body dan produksi kepala motor dari bahan fiber glass.

Andika bilang, bengkelnya bisa memodifikasi motor jenis apa pun, mulai motor bebek sampai motor gede. Pelanggan hanya perlu membawa mesin dan rangka motor ke bengkelnya yang terletak di Jalan Pramuka, Umbulharjo, Yogyakarta.

Ia menjamin, karyawan bengkelnya bisa memodifikasi motor sesuai keinginan pelanggan. “Misalnya, ada pelanggan punya motor lawas tahun 90-an dan ingin menjadikannya seperti motor baru, kami bisa bikin sampai benar-benar jadi,” ujarnya.

Untuk modifikasi motor ini, Andika mematok tarif Rp 7 juta – Rp 9 juta per motor. Dalam sebulan, bengkelnya menerima setidaknya 10 pesanan modifikasi.

Setiap pelanggan akan dilayani oleh satu karyawan secara eksklusif. Makanya, jika semua karyawan sedang ada order, ia tidak akan menerima pelanggan baru.

Meskipun bengkelnya ada di Yogyakarta, Andika bilang, pelanggan yang minta motornya dimodifikasi bisa berasal dari berbagai pelosok daerah. Pelanggan luar Yogyakarta biasanya mengirimkan mesin dan rangka melalui jasa pengiriman.

Selanjutnya, ia akan berhubungan via telepon atau email dengan pelanggan untuk mengetahui keinginan pelanggan.
Produksi kepala motor dari Balu Oto Work tidak hanya dikenal penggemar otomotif dari dalam negeri.

Andhika sudah menjual kepala motor berbahan fiber glass hingga ke mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, dan India. Pasalnya, kepala motor ini dijual secara online, salah satunya melalui Kaskus.

Tapi, ia juga memiliki dealer resmi di luar negeri, yakni di Malaysia dan Singapura. Balu Oto Work memproduksi kepala atau bathok motor dengan berbagai variasi.

Sebut saja, tokoh Optimus Prime dari film Transformer, Kamen Rider, Ghost Rider, hingga Alien. Ia menjual kepala motor ini dengan kisaran harga Rp 300.000 – Rp 600.000. Saban bulan, omzet penjualan kepala motor saja bisa Rp 120 juta-an.

Berkat kreativitas ini, Andika meraih beberapa penghargaan. Contohnya, juara I dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Kemenpora 2011, jawara Wirausaha Muda Mandiri tingkat Jawa Tengah dan DIY pada 2012

Terjun ke bisnis modifikasi motor bukanlah menjadi cita-cita awal Andika Kairuliawan (23 tahun). Awal bisnisnya ini dimulai dari rasa kecewanya atas hasil modifikasi orang lain yang pernah diorder di Jakarta.

Andika merasa tidak puas dengan hasil olahan tangan orang lain itu. Ia juga mendengar ketidakpuasan serupa dari teman-temannya yang suka dengan modifikasi motor. Dari sinilah, insting bisnisnya keluar.

Ia merasa ada ceruk pasar yang besar dari bisnis modifikasi motor. Ia bercita-cita untuk memenuhi keinginan para penggemar motor modifikasi.

Andika lantas mulai belajar membuat kepala motor modifikasi secara otodidak. Ia belajar mengikuti pembuatan kepala motor berbahan fiber glass yang didapatnya dari situs Youtube. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri membuka bengkel Balu Oto Work pada Mei 2011 di Yogyakarta.

Untuk membuka bengkel, Andika mengeluarkan modal sebesar Rp 800.000. Ia menggunakan modal itu untuk membeli mesin kompresor bekas yang digunakan untuk mengecat bagian yang dimodifikasi.

Cetak kepala motor didapat dari bahan-bahan yang sudah ada. Sebagai awalan, Andika memasarkan produk kepala motor hasil modifikasinya lewat situs jual beli online, di antaranya Kaskus.

Ia juga tak berhenti memasarkan produknya secara langsung dengan menggunakan ilmu pemasaran yang didapatkannya dari pekerjaan sebagai Audience Marketing Manager untuk Microsoft Innovation Center di Yogyakarta.

Tidak disangka, hasil olahan tangannya menuai respon positif. Pesanan untuk produk modifikasi motor mulai berdatangan ke Balu Oto Work. Ia pun harus merekrut tambahan karyawan untuk membantunya di bengkel.

Awal berbisnis, omzet Balu Oto Work hanya mencapai Rp 2 juta per bulan. Namun, sejak Andika memenangi Lomba Inovasi Bisnis Pemuda pada November 2011, penjualan meningkat pesat.

Ia mulai menambah jumlah karyawan karena permintaan kepala motor dan order modifikasi terus berdatangan. Kini, omzetnya mencapai ratusan juta.

Andika mengkhususkan bengkelnya sebagai produsen kepala motor dengan karakter unik dari beragam action figure. “Orang boleh modifikasi motor di bengkel lain, tapi kalau mencari kepala motor, biasanya mereka pesan dari sini,†ujarnya.

Bukan saja langganan kontes otomotif, Andika juga sering mengikuti pameran. Salah satunya, ia menjadi perwakilan Indonesia untuk International Auto Parts, Accessories and Equip Exhibition (INAPA) di JIEXPO Kemayoran pada 2012.

Ketika pameran berlangsung, ia bertemu dengan warga Singapura yang tertarik menjual produknya. Sejak Juli 2012, produk modifikasi motor Andika ikut dipajang di main dealer di Singapura. Ia juga memiliki main dealer di Malaysia.

Bisnis Andika terus berkembang. Saat ini, ia memperkerjakan 28 karyawan di Balu Oto Work. Sekitar 40% karyawannya merupakan orang-orang yang putus sekolah. Ia rela memberikan pelatihan pada mereka lantaran sulit menemukan orang-orang yang mengerti betul soal modifikasi motor.

Dalam perjalanan bisnisnya, Andika sering menemukan hambatan. Salah satunya, banyak orang meniru produk kepala motor buatannya. Namun, pria yang berprofesi sebagai dosen itu tidak merasa khawatir. Ia malah terpacu menciptakan produk modifikasi motor yang lebih inovatif dari orang lain.

Di usianya yang masih relatif muda, Andika Kairuliawan (23 tahun) sukses menjadi pengusaha bengkal modifikasi motor. Namun, ia tidak ingin meninggalkan pengabdiannya sebagai dosen di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Maklum saja, Andika sudah aktif mengajar sebagai asisten dosen di UTY semenjak duduk di semester dua. Meski bebitu, keinginan berwirausaha sudah timbul ketika masih menjadi mahasiswa Teknik Informatika UTY.

Melalui dukungan dan motivasi yang diberikan kampusnya, Andika pun bersemangat menekuni bisnis otomotif. Meskipun tidak nyambung dengan latar belakang kuliahnya, ia mengaku bahwa kampusnya berjasa dalam membentuk dia menjadi seorang wirausahawan.

Makanya, semenjak menjadi dosen di UTY, Andika kembali menanamkan semangat wirausaha pada mahasiswanya. “Saya bersyukur karena UTY yang pertama kali menanamkan pola pikir berwirausaha pada saya,” kata dia.

Pekerjaan sebagai dosen juga membantu Andika dalam bisnisnya. Tidak jarang, ia harus mengajar mahasiswa yang usianya lebih tua dari dia. Dari situ, ia belajar untuk berkomunikasi dengan pelanggan yang usianya melebihi Andika.

Selain melanjutkan pengabdian menjadi dosen, Andika pun ingin produknya lebih dikenal lagi oleh masyarakat. Salah satunya ialah dengan mengikuti kompetisi. Misalnya saja, kompetisi Wirausaha Muda Mandiri. Kini, ia sudah berada di jajaran finalis.

Ia berharap dengan ikut kompetisi itu, kepala motor berbahan fiber glass yang ia produksi makin populer. Tidak hanya itu, Andika berupaya terus berinovasi pada produksi kepala motor buatannya.

Tahun ini rencananya, semakin banyak karakter yang akan dijadikan model kepala motor di Balu Oto Work. Ia juga mendandani pengendara motor dengan berbagai aksesori. Di antaranya dengan memproduksi sarung tangan dan rompi.

Mimpi Andika tidak berhenti di situ. Tahun ini, ia akan membangun 26 diler di beberapa provinsi di Indonesia, serta lima diler resmi di luar negeri, seperti Filipina dan India.

Hal ini untuk memudahkan Andika untuk memasarkan produknya. Pasalnya, selama ini ia sendiri yang menangani urusan pemasaran. Padahal, orderan datang dari berbagai daerah.

Andika juga berusaha membuat pelanggannya merasa istimewa. Di bengkel seluas 1.000 meter persegi, ia selalu berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan.

Jika ada pelanggan yang ingin tubuh motornya dimodifikasi, ia menggunakan tanah liat sebagai medium cetakan awal. Jika sudah selesai, ia selalu membuang cetakan itu agar tidak ada yang menyamai.

Untuk membuktikan bahwa kepuasan pelanggan jadi nomor satu baginya, Andika memberikan jaminan produk. “Kalau ada keretakan sedikit pun, apalagi ketika dipasang, saya akan ganti tanpa tambahan biaya,” ujarnya.

Andika juga tidak membedakan pelanggan yang memesan eceran maupun dalam partai besar. Semua dilayani dengan maksimal. Baginya, cara ini menjadi kunci sukses pemasaran, khususnya promosi getok tular. Ia sadar, pembeli adalah raja.

Sumber ; Kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam